Tiga Titik, Kisah Nasib Perempuan Sebagai Buruh

Titik Sulastri (diperankan Ririn Ekawati), janda yang sedang mengandung dan sudah memiliki anak satu itu membutuhkan pekerjaan tetap untuk menghidupi anaknya.

Sejauh ini, dia hanya menjadi penjual gorengan ke warung-warung. Pendapatan dari situ pun dirasa sudah tidak mencukupi untuk menghidupinya.

Di tengah kesulitan itu, dia mendapatkan bantuan dari mantan rekan suaminya untuk bisa bekerja di sebuah pabrik garmen sebagai buruh.

Titik pun bingung, dia memang tengah membutuhkan uang, tetapi kalau berprofesi sebagai buruh pabrik, dia harus menitipkan anaknya. Dia bingung menitipkan anaknya kepada siapa.

Titik Sulastri, sebagai kisah Titik pertama dalam tiga Titik. Dia menjadi buruh pabrik di tengah hamil dan memiliki satu anak. Selain itu, dia juga divonis kena kanker payudara

Untungnya ada Mbah, waria senior tetangga titik yang sering membantunya. Mbah bersedia mengurus anak Titik selama dia bekerja tanpa bayaran sepeser pun, si Mbah hanya meminta makan saja kepadanya.

Titik kedua yakni, Titik Dewanti Sari (diperankan Lola Amaria), salah seorang karyawan swasta. Saat itu, peforma kerjanya sedang sangat bagus sehingga bisa mendapatkan promosi sebagai manajer pada salah satu pabrik di grup perusahaannya bekerja.

Titik Dewanti yang peduli dengan bawahan, tetapi dia sangat ambisius hingga rela tidur dengan bos-bos demi jabatan.

Namun, usut punya usut, Titik kedua ini bisa mendapatkan promosi karena ada main belakang yakni, dia menjadi pacar gelar dari direktur perusahaannya tersebut.

Di sisi lain, pesaing di kantornya terus menganggu pikiran Titik kedua dengan menyebut akan menggantikan posisinya sebagai manajer.

Titik pertama dan kedua pun bertemu, Titik kedua yang meraih jabatan dengan menjadi pacar gelap direktur ini digambarkan sebagai sosok yang peduli dengan bawahannya.

Hal itu diperlihatkan ketika Titik pertama yang menjadi buruh pabrik pingsan saat sedang bekerja.

Sayangnya, kisah pingsan Titik pertama sempat hampir menjadi akhir karir buruh pabriknya. Pasalnya, Mandor pabrik memecatnya karena saat ini sedang hamil.

BACA JUGA : Tips Agar Naik Commuterline Nyaman

 

Namun, Titik kedua tidak tinggal diam, sebagai penanggung jawab di pabrik itu dia memiliki kuasa lebih besar dibandingkan sang Mandor.

Titik pertama pun urung dipecat dengan surat jaminan Titik kedua. Dia tetap bekerja di pabrik itu dan mendapatkan libur ketika menjelang kelahiran.

Di lain tempat, Titik Kartika (diperankan Maryam Supraba) muncul sebagai Titik ketiga. Penampilannya digambarkan sebagai gadis tomboy yang bekerja pada pabrik rumahan.

titik Kartika menjadi kisah Titik ketiga. Dia berusaha ingin menyelamatkan anak SD dari eksploitasi pabrik rumahan.

Adapun, konflik yang dialami oleh Titik ketiga berbeda dari Titik pertama dan kedua. Dia memiliki latar belakang sebagai preman dari ayahnya, dia pun menjadi gadis yang tidak takut mati.

Persoalan dimulai ketika pabrik tempat Titik ketiga bekerja memutuskan menyewa tenaga kerja dari anak sekolah dasar (SD).

Imbalan dari buruh di bawah umur itu sangat murah, pemilik pabrik pun meminta anak-anak SD itu ngisep lem aibon agar ketagihan bekerja di sana.

Titik ketiga pun amat murka melihat kejadian itu. Dia pun melawan semua preman yang memaksa anak SD menghirup lem Aibon tersebut. Titik ketiga pun sampai luka-luka menghadapi semua lawannya tersebut.

Tiga Titik dan Hari Buruh

Film berjudul Tiga Titik itu mengambil momen hari buruh dengan mengangkat tema utama tentang buruh perempuan.

Terlihat dari latar gambar dan profesi dua tokoh utama sebagai buruh pabrik yang dielu-elukan penuh penderitaan.

Sebuah gambaran menarik ketika menunjukkan situasi makan siang bersama di kantin. Lalu, penggambaran seperti apa komunikasi antar buruh atau sejauh apa persaingan antar buruh di dalam pabrik.

Namun, jauh dari sana, film ini seperti mengangkat sisi lain kehidupan, dari seorang janda dan pandangan orang sekitarnya. Diselingi juga kehidupan waria, walaupun tidak dominan.

Serta, seseorang yang membela kebenaran belum tentu latar belakangnya berasal dari kebenaran pula. Tokoh Titik Dewanti diperlihatkan seperti sang ratu adil ketika menolong Titik Sulastri dari pemecatan.

Namun, diakhir cerita ternyata Titik Dewanti adalah seorang gadis yang kerap tidur dengan bos-bos demi mendapatkan apa yang ia inginkan, salah satunya jabatan.

Sosok Titik Kartika sendiri yang terlihat begitu pemberani, pada akhirnya ia begitu ketakutan. Keberanian luluh, tapi ia tak pernah mau lihat anak-anak itu terekploitasi dan masa depan hancur karena para preman pabrik rumahan tersebut. kisah akhir dari Titik Kartika seingat penulis digambarkan menggantung.

Kisah Tiga Titik, ketika para Titik harus berjuang menghadapi hidupnya sendiri-sendiri.

Titik Sulastri, berjuang menghidupi kedua anaknya ditengah vonis kanker Payudara, Titik Kartika, berjuang menyelematkan anak-anak yang dieksploitasi pabrik rumahan dan Titik Dewanti, berjuang mendapatkan jabatan dengan cara apapun untuk bisa mengubah ke arah yang kebih baik.

Sumber Foto : Tribun, Kabarburuh, Raditherapy,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.