Menakar Peluang Indonesia Di Grup I D Piala Sudirman 2017

piala sudirman

Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, tampak cukup optimistis untuk bisa lolos ke fase gugur dari ajang Piala Sudirman 2017.

Berada di grup D, Indonesia akan bertemu Denmark dan India dalam Piala Sudirman 2017. Dalam situs resmi PBSI, Susy pun mengatakan peluang Indonesia untuk lolos 50:50 karena lawan yang berada dalam satu grup cukup berimbang.

Dia memaparkan, untuk melawan India, Indonesia disebut bisa mencuri poin dari pasukan nomor ganda. Dari sektor tunggal, Indonesia masih mampu bersaing untuk kategori putra.

Lalu, ketika berhadapan dengan Denmark, Indonesia bisa mencuri poin lewat nomor andalan, ganda putra, ganda campuran, ganda putri, dan tunggal putri.

Namun, tampaknya Indonesia berpotensi cukup kesulitan jika melihat peforma pasukannya selama gelaran turnamen super series sepanjang awal tahun ini. Secara keseluruhan, Indonesia memang sudah meraih tiga gelar super series, tetapi itu semua diraih oleh ganda putra, Markus Gideon/Kevin Sanjaya.

Dengan kondisi begitu, apakah Indonesia berpeluang lolos ke fase gugur Piala Sudirman 2017 atau berpotensi menjuarai turnamen sudah diadakan sejak 1989 untuk kedua kalinya?

Piala Sudirman, Sektor Tunggal Bakal Kesulitan

Melihat perkembangan sepanjang awal tahun ini, pasukan tunggal, baik putra dan putri, tampaknya masih cukup sulit bersaing dengan Denmark atau India pada Piala Sudirman 2017.

Dari sisi peringkat saja (Peringkat BWF 20 April 2017), tunggal putra Indonesia jelas tertinggal jauh dari duo tunggal andalan Denmark, yakni Viktor Axelsen dan Jan O. Jorgensen yang masing-masing berada pada peringkat kedua dan ketiga.

Untuk tunggal putra Indonesia, peringkat tertinggi BWF dimiliki Tommy Sughiarto yang menempati posisi ke-18.  Di susul Anthony Sinisuka Ginting yang berada pada posisi ke-23.

Sisanya, Jonathan Christie berada pada peringkat ke-26, Ihsan Maulana Mustofa berada pada posisi ke-36, dan veteran Sony Dwi Kuncoro berada di peringkat ke-39.

Jika dibandingkan dengan India, tunggal putra Indonesia pun juga mulai tertinggal. Tunggal putra Negeri Bollywood itu pun tampaknya sedang on fire setelah berhasil menciptakan India All Finals pada gelaran Singapura Super Series 2017 silam.

Pada semifinal turnamen di Negeri Singa pertengahan bulan ini, salah satu wakil tunggal putra India Srinkath Kidambi berhasil lolos ke final setelah mengandaskan wakil Indonesia, Anthony Ginting dua set langsung 21-13, 21-14.

Sosok Pelatih Asal Indonesia

Dalam pertandingan itu, Ginting awalnya sempat menekan Kidambi hingga jarak skor cukup lebar. Namun, tunggal India itu mampu bangkit dan menekan balik tunggal putra Indonesia itu hingga menang langsung dua set.

Ginting pun setelah terus ditekan Kidambi seperti kehabisan akal, pada interval set kedua. Pelatih Ginting tampak memberikan instruksi dengan ekspresi yang sedikit kesal karena permainan anak asuhnya under performed kala itu.

Secara peringkat, tunggal putra India memang sedikit di atas Indonesia, Jayaram Ajay menjadi tunggal putra India yang memiliki peringkat tertinggi dengan berada pada posisi ke-13. Lalu, disusul Kidambi dan Sai Praneeth B. yang masing-masing berada pada peringkat ke-21 dan ke-22. Di peringkat ke-27, masih ada wakil India juga yakni, Sameer Verma.

Menariknya, geliat tunggal putra India itu dilatarbelakangi dengan kehadiran pelatih asal Indonesia yang juga eks pelatih Taufik Hidayat, yakni Mulyo Handoyo yang mulai betugas pada awal tahun ini.

Tunggal Putri

Dari sektor tunggal putri, Indonesia pun tampaknya masih cukup kepayahan untuk mendulang poin di Piala Sudirman 2017. Apalagi, melawan India yang memiliki dua tunggal putri pada peringkat 10 besar BWF yakni, Pusarla Sindhu dan Saina Nehwal.

Untuk Indonesia, tunggal putri yang memiliki peringkat BWF tertinggi saat ini adalah Fitriani yang menempati posisi ke-25. Sisanya yang ada di peringkat 50 besar antara lain, Dinar Dyah dan Hanna Ramadhini yang masing-masing berada pada posisi ke-34 dan ke-36.

Walaupun begitu, komentar Susi terkait peluang bisa mencuri poin di Piala Sudirman 2017 dari Denmark lewat tunggal putri bisa saja terjadi. Pasalnya, peringkat tunggal putri Denmark tidak terlalu bagus, paling tinggi ditempati oleh Line Kjaersfeldt yang berada pada posisi ke-27.

Posisi peringkat pemain Denmark itu hanya terpaut dua peringkat di bawah Fitriani.

Sektor Ganda Putri

Sementara itu, untuk sektor ganda, bisa dibilang ganda putri menjadi sektor terlemah Indonesia saat ini. Apalagi, pasca ditinggal Nitya Maheswari, pasangan Greysia Polli dan menjadi ganda putri andalan Indonesia, yang dalam masa pemulihan cedera lutut.

Sepanjang turnamen awal tahun ini, Eng Hian, pelatih tunggal putri, pun mengakui perlu banyak pembenahan pada sektor yang dilatihnya tersebut.

Pasalnya, tiga ganda putri Indonesia yang berada pada peringkat 20 besar BWF, yaitu Della Destiara/Rosyita Eka, Anggia/Ni Ketut, dan Tiara/Rizki belum membuahkan hasil yang optimal.

Bila menghadapi ganda putri Denmark di Piala Sudirman 2017, tampaknya ganda putri Indonesia pun harus waspada. Pasalnya, negara kawasan Eropa itu memiliki Kamila Juhl/Christinna Pedersen yang menempati peringkat kedua BWF.

Selain itu, Denmark juga punya ganda putri Maiken Fruergaard/Sara Thygesen yang berada pada peringkat ke-17 BWF. Peringkat itu hanya terpaut dua tingkat di bawah Della/Rosyita yang menjadi tunggal putri Indonesia yang memiliki peringkat BWF tertinggi.

Walaupun begitu, di atas kertas, ganda putri Indonesia berpeluang mencuri poin  kala menghadapi ganda putri India di Piala Sudirman 2017. Peringkat BWF tertinggi dari pemain ganda putri India berada pada posisi ke-30 yakni, Ashwini Ponnapa/Rddy N. Sikki. yang ditemani dua pasangan lainnya di peringkat ke-32 dan ke-33 yaitu, Jakkampudi Meghana/S Ram Porvisha dan Sanjana Santosh/Arathi Sara Sunil.

Ganda Campuran

Kemudian, untuk sektor ganda campuran Indonesia yang kerap diandalkan tampaknya belum terlalu menggeliat menjelang perhelatan Piala Sudirman 2017. Tontowi/Lilyana maupun Praveen/Debby belum mampu menambah pundi-pundi gelar super series untuk Indonesia pada awal tahun ini.

Meskipun begitu, dalam perhelatan Piala Sudirman 2017 di grup I D, peluang Indonesia mencuri poin dari dua negara pesaingnya, India dan Denmark cukup besar.

BACA JUGA : Lee Chong Wei Bakal Come Back April 2019

Dari sisi peringkat saja, Indonesia memiliki dua pasangan yang berada di posisi 10 besar, yakni Tontowi/Lilyana berada di peringkat ke-4 dan Praveen/Debby di peringkat ke-9. Walaupun, Denmark juga memiliki pasangan yang cukup kuat yakni, Joachim Fisher/Christinna Pedersen yang berada di peringkat kelima BWF.

Namun, selain pasangan peringkat kelima itu, ganda campuran Denmark lainnya berada pada peringkat yang terpaut cukup jauh dari andalannya, seperti Mathias Christansen/Sara Tyhgesen yang berada di peringkat ke-20 dan Kim Astrup/Line Kjaersfeldt di peringkat ke-33.

Peluang poin dari ganda campuran kala melawan India di Piala Sudirman 2017 pun bisa dibilang lebih besar lagi. Pasalnya, dari daftar 50 besar peringkat BWF di sektor itu India hanya punya satu wakil yakni, Pranaav Jerry Chopra/Reddy N. Sikki yang berada pada peringkat ke-15.

Ganda Putra

Terakhir, ganda putra tampaknya akan menjadi penopang poin andalan Indonesia di perhelatan Piala Sudirman 2017. Pasalnya, Indonesia memiliki beberapa pasangan yang mampu berbicara banyak di super series.

Sebut saja, Kevin/Gideon dan Angga/Ricky yang mampu mengulang All Indonesia Finals pada gelaran India Super Series tahun ini. Keduanya pun berada pada peringkat 10 besar BWF. Kevin/Gideon memimpin klasemen dengan berada pada peringkat pertama, sedangkan Angga/Ricky berada di peringkat kedelapan.

Selain kedua pasangan itu, Indonesia juga punya ganda putra lainnya yang punya peluang memberikan kejutan dalam setiap pertandingan, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian yang saat ini berada pada posisi ke-17.

Walaupun terkesan lebih superior ketimbang Denmark dan India, tetapi ganda putra Indonesia tampaknya bisa mendapatkan perlawanan yang sengit dari Denmark.

Pasanya, negara kawasan Eropa itu memiliki tiga wakil di 10 besar BWF. Tiga wakil itu antara lain, Mathias Boe/Morgensen di peringkat ketiga, Mads Petersen/Mads Kolding di peringkat ketujuh, dan Kim Astrup/Anders Rasmussen diperingkat kesembilan.

Apalagi, Boe/Morgensen sempat mengalahkan Kevin/Gideon pada gelaran Singapura Super Series kemarin. Walaupun, pasangan Indonesia itu juga sempat mengandaskan pasangan Denmark itu pada China open akhir tahun lalu.

Sampai saat ini head to head masih diungguli pasangan Denmark itu dengan skor 2-1.

Peluang Lolos Fase Gugur

Sementara itu, peluang ganda putra Idnonesia mencuri poin dari India di Piala Sudirman 2017  tampaknya sangat besar. Alasannya, India belum memiliki ganda putra di peringkat 25 besar BWF.

Ganda putra India yang memiliki peringkat BWF tertinggi yaitu, Manu Attri/Reddy B. Sumeeth yang berada pada peringkat ke-26.

Itu semua adalah perhitungan di atas kertas dengan melihat peringkat BWF teranyar. Namun, semua negara belum mengumumkan formasi tim yang akan diturunkan seperti apa.

Selain itu, permainan tim kerap direspons berbeda dibandingkan dengan permainan individual oleh para pemain.

Dalam permainan tim, bukan tidak mungkin pemain kelas menengah ke bawah bisa membantai pemain kelas atas.

Untuk itu, bila Indonesia ingin lolos ke fase gugur atau ingin kembali mengangkat piala Sudirman kedua kalinya. Para pemain harus fokus, konsentrasi, dan pantang menyerah. Mayoritas pemain Indonesia kehilangan poin karena kesalahan sendiri, kurang fokus, dan konsetrasi.

Untuk itu, kita nantikan saja pasukan tim Piala Sudirman 2017 yang akan dibawa Indonesia ke perhelatan akbarnya pada 21-28 Mei 2017.

1 thought on “Menakar Peluang Indonesia Di Grup I D Piala Sudirman 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.