Konsistensi Ganda Putra Indonesia

Peringkat 182 BWF adalah posisi pertama ganda putra,  Marcus Gideon, 26 tahun dan Kevin Sanjaya, 20 tahun ketika pertama kali berpasangan pada 12 Maret 2015.

Dua tahun berselang, tepatnya pada 16 Maret 2017, pasangan Marcus/Kevin sudah bertengger di peringkat pertama dunia BWF.

Walaupun, sampai data BWF 22 Juni 2017, pasangan yang kini menjadi andalan Indonesia itu berada di peringkat tiga dunia.

Fenomenal pasangan Indonesia itu mencapai klimaksnya ketika mampu menjuarai All England 2017.

Tren positif terus dilanjutkan pada dua turnamen superseries lainnya, India Open Superseries dan Malaysia Open Superseries Premier di mana mereka mencatatkan hattrick gelar juara.

Adapun, hasil penampilan sepanjang tahun berjalan ini bukan sulap yang terjadi dalam satu malam.

Kalau melihat dari penampilan Marcus/Kevin sejak berpasangan pada 2015.

mereka telah mengoleksi sekitar delapan gelar dari berbagai level turnamen, grand prix (GP), grand prix gold (GPG), superseries (SS) maupun superseries premier (SSP).

Walaupun, kalau dilihat secara keseluruhan, dari total 35 pertandingan yang dilakoni pasangan ini dari 2015 sampai Juni 2017.

pasangan ini masih kerap terhadang di babak-babak awal seperti babak 32 besar dan 16 besar dengan jumlah masing-masing 7 dan 9 turnamen.

Menariknya, dari total 9 kali ke final, pasangan ini hampir mengonversi semuanya menjadi gelar juara.

Tercatat, mereka 8 kali meraih gelar juara dan 1 kali menjadi runner up.

Adapun, tingkat kegagalan mereka pada babak perempat final dan semi final juga tergolong cukup tipis.

Dari 19 turnamen yang bisa dilalui hingga perempat final, tercatat hanya 5 yang gagal melaju ke babak semifinal.

Begitu pula tingkat kegagalan di semifinal.

Dari 14 turnamen yang bisa dilalui hingga semifinal, hanya 5 turnamen yang gagal dilalui hingga ke final.

Dengan begitu, simpulan awam penulis, dari segi mental jika pasangan ini lolos ke babak perempat final, peluang melaju hingga final sangat besar yakni 9 kemungkinan ke final dan 10 kemungkinan terhenti di perempat final atau semifinal.

Pasangan ganda putra Indonesia dengan peringkat BWF tertinggi kedua yakni, Angga Pratama/Ricky Karanda yang menempati peringkat ke-9 BWF.

Pasangan yang memulai awal peringkat BWF di posisi 395 pada 27 November 2014 ini sedang disoroti.

Pasalnya, penampilan mereka tidak mencerminkan peringkat sepuluh besar dunia.

sampai-sampai keduanya berpotensi dipecah bila sampai kejuaraan dunia tidak memperbaiki penampilannya.

Padahal, pasangan ini tampak bersinar sampai akhir tahun lalu, terakhir pada 22 Desember 2016.

Mereka mencatatkan peringkat 7 dunia, tetapi dengan penampilan yang kurang apik membuat peringkat mereka melorot ke-9 pada tahun ini.

Sorotan lainnya pada pasangan ini adalah kerap mengalami kekalahan ketika melawan juniornya sesama pelatnas di turnamen bergengsi.

BACA JUGA : Menanti Kebangkitan Tunggal Putri

 

Di final superseries, tiga kali pasangan ini dikandaskan oleh Kevin/Marcus.

Puncaknya, ketika di babak 16 besar Indonesia Open 2017, Angga/Ricky dikalahkan junior lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian.

Sepanjang periode 2015 – saat ini, Angga/Ricky baru sekali meraih gelar yakni di Singapura Superseries 2015.

Lalu, dari 36 turnamen yang diikuti sampai saat ini, Angga/Ricky paling sering terhenti pada babak 16 besar dengan total 11 turnamen.

Lalu, pasangan ini juga gagal melewati babak 32 besar sebanyak 7 turnamen.

Setelah melewati babak 16 besar, pasangan ini pun cukup sulit untuk bisa mencapai final.

Tercatat dari total 36 turnamen, ada 18 turnamen yang bisa mereka lanjutkan hingga perempat final, sedangkan pada semifinal mencatatkan 11 turnamen.

Lalu, dari 11 turnamen yang bisa dilalui hingga semifinal, ada 5 turnamen yang terus dilanjutkan sampai final dan hanya 1 final turnamen yang bisa dikonversikan menjadi gelar.

Ganda Putra Penerus?

Fajar/Rian menjadi buah bibir ketika mampu melaju hingga semifinal Indonesia Open 2017 kemarin.

Meskipun harus dikalahkan pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen dalam pertandingan yang cukup sengit.

Namun, dari pelatih mengaku puas dengan penampilan pasangan muda tersebut.

Pasalnya, mereka mampu melampaui target dari sampai perempat final sampai bisa menembus semi final.

Dari papan peringkat BWF, pasangan ini mulai tercatat pada 21 Agustus 2014 dengan posisi pertama di peringkat ke-241.

Saat ini, pasca mencapai semifinal Indonesia Open, pasangan itu sudah bertengger di peringkat ke-16.

Dari 25 turnamen yang dilakoni sepanjang periode 2015-2017, pasangan ini memang masih kerap kesulitan menembus semifinal.

Tercatat, masing-masing 6 turnamen, pasangan ini selalu kandas di babak 32 besar, babak 16 besar, dan perempat final.

hanya 6 dari total 25 turnamen yang  bisa ditembus hingga ke semifinal dan hanya 2 turnamen yang bisa dilakoninya hingga final.

Pasangan ini butuh pengembangan lebih lanjut agar bisa bersaing di papan atas peringkat dunia.

Semoga saja, sektor ganda putra Indonesia terus menjaga konsistensi menjadi andalan untuk meraih gelar serta menjalani regenerasi yang mulus.

 

Sumber foto : PBSI

Infografis : pribadi

sumber infografis : BWF, PBSI

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.