Alternatif Simpanan : Menyicipi Bunga Deposito BPR

Bagi kalangan tertentu, produk deposito perbankan bisa disebut sebagai instrumen investasi paling aman. Bagaimana dengan deposito di Bank Perkreditan Rakyat atau BPR ?

Pasalnya, menyimpan dana di produk dana mahal perbankan itu bisa dibilang aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Namun, seiring arah tren suku bunga kredit perbankan yang didorong turun pun mulai memengaruhi pergerakan suku bunga simpanan, termasuk deposito.

Seperti, bunga deposito bank umum, rata-rata sepanjang tahun lalu sudah turun 114 basis poin (bps) sampai 143 bps.

Nah, bagi kalangan konservatif yang ingin imbal hasil yang lebih tinggi, tetapi  enggan masuk instrumen di luar perbankan.

Mungkin, bisa coba melirik produk deposito di Bank Perkreditan Rakyat.

Dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai November 2016, suku bunga deposito BPR naik sebesar 17 bps menjadi 9,86%.

Untuk tingkat bunga deposito BPR yang dijamin oleh LPS pun sebesar 8,75% dan berlaku sampai Mei 2017.

Namun, ada kekhawatiran menyimpan di deposito sana, yakni terkait jaringan terbatas dan potensi dilikuidasi.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Joko Suyanto mengatakan, produk deposito BPR itu menarik.

 

BACA JUGA : Ajak Si Kecil Menabung Sejak Dini

 

Alasannya, selain dananya dijamin oleh LPS, dari segi imbal hasil atau bunga deposito pun lebih bagus ketimbang bank umum.

“Kalau instrumen investasi lainnya kan tidak dijamin kan,” ujarnya kepada Bisnis pada Jumat (10/2/2017).

Joko pun melanjutkan, masyarakat tidak perlu takut dengan potensi likuidasi BPR.

Pasalnya, kalau dibandingkan dengan jumlahnya yang sebanyak 2.600, persentase likuidasi bank khusus wong cilik itu sangat kecil.

“Bila pun terjadi likuidasi, masyarakat  tidak perlu takut karena adanya jaminan LPS,” lanjutnya.

Adapun, dari data LPS, dari awal pembentukan lembaga penjamin itu sampai akhir tahun lalu,

pihaknya sudah melakukan likuidasi kepada 76 bank dengan catatan proses likuidasi 63 bank sudah selesai.

Secara rinci, 76 bank yang sudah dilikuidasi itu terdiri dari, 70 BPR, 5 BPR syariah, dan 1 bank umum.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS Ferdinand Purba mengatakan, untuk yang sudah selesai prosesnya antara lain, terdiri dari 59 BPR, 3 BPR Syariah, dan 1 bank umum.

“Jumlah bank dalam likuidasi terbanyak ada di Jawa Barat sejumlah 20 bank,”ujarnya.

Terbanyak kedua di wilayah Jabodetabek dan Provinsi Banten sekitar 18 bank, sedangkan wilayah terbanyak ketiga adalah Sumatra Barat sejumlah 14 bank.

Tak Perlu Khawatir Simpan di BPR

Joko pun menjelaskan, masyarakat pun tidak perlu khawatir untuk menyimpan dananya di BPR.

Soalnya sudah dijalankan restrukturisasi kelembagaan sesuai dengan ketentuan OJK, seperti penerapan good corporate governance (GCG).

Hal itu pun mendorong pengelolaan  semakin sehat dan manajemen risiko yang kian baik.

“Selain itu, secara ketentuan pun memiliki pembagian kelas seperti layaknya bank umum,” ujarnya.

Kalau bank umum dibagi menjadi empat, kami dibagi menjadi tiga dengan ketentuan modal inti dari Rp1 miliar sampai di atas Rp50 miliar.

Joko pun memberikan gambaran, terkait tren pergerakan bunga deposito di BPR pun akan sesuai dengan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga kebijakan dan pergerakan bunga penjaminan LPS .

“Di luar pengaruh demand pasar, dengan arah makroprudensial saat ini, potensi pergerakan bunga simpanan memang cenderung turun,” ujarnya.

Untuk kebutuhan pendanaan BPR pada tahun ini, Joko memaparkan, dengan target kredit dipatok bisa sentuh sekitar 12% sampai 14%.

Harapannya, dari segi dana pihak ketiga bisa tumbuh 14%.

Produk deposito BPR memang bisa menjadi alternatif untuk menyimpan dana menganggur atau idle.

Paling penting adalah memperhatikan tingkat suku bunga yang diberikan.

Bila lebih tinggi dari bunga penjaminan simpanan LPS, berarti harus siap pula dengan kemungkinan terburuk karena seperti pepatah klasik high risk high return.

 

Diterbitkan pada Harian Bisnis Indonesia.

1 thought on “Alternatif Simpanan : Menyicipi Bunga Deposito BPR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.