Penipuan Minta OTP Akun Gojek, Data Konsumen Terbuka?

Sabtu pagi (20/1), telepon seluler saya berdering, nomor +62816771723 masuk menelpon. Tanpa pikir panjang dan berpikir kalau itu penipuan, saya angkat panggilan tersebut.

“Selamat pagi, saya Iwan dari Go-jek,” ujar penelpon itu dengan suara samar-samar tidak terlalu jelas.

“Hah? maaf pak salah sambung, saya bukan Iwan,” balas saya.

Saya sempat mengira si penelpon mencari orang bernama Iwan, tetapi ternyata dia sedang memperkenalkan diri.

“Maksudnya, saya yang Iwan. Apakah benar ini dengan pak Surya R? [seperti tertulis di akun Go-jek saya],” tanyanya.

Saya pun mengiyakan, kemudian oknum bernama Iwan ini memberitahu kalau saya memenangkan pulsa senilai Rp1 juta.

Sayangnya, saya tidak langsung terkejut senang bahagia memenangkan hadiah pulsa senilai Rp1 juta tersebut. Mungkin, harapan dari oknum bernama Iwan itu saya langsung terkejut senang.

“Jadi, untuk pengiriman hadiah bisa lewat Go-Point dari Go-Pay atau lewat ATM [Anjungan Tunai Mandiri]. Bapak mau pilih yang mana?” lanjutnya.

Saya terkejut, kenapa ada pilihan dari kedua itu. Pertanyaan itu menjadi semakin menyakinkan kalau ini cuma sekedar penipuan.

“Saya lewat Go-Pay saja deh pak,” jawab saya.

Nah, karena bapak memilih lewat Go-Pay, bisa berikan informasi kode OTP [one time password] yang sampai ke telepon Anda pak,” ujarnya.

BACA JUGA : Rumah Murah untuk Tukang Go-Jek

 

Dia yang meminta OTP yang masuk dari telepon seluler saya ini jelas adalah sebuah penipuan. Pasalnya, kode OTP bersifat pribadi tidak boleh diberitahu ke orang lain. Soalnya, ketika orang lain mengetahui kode OTP itu, dia bisa saja masuk ke akun Go-Jek kita dan menggunakan semua uang di Go-Pay dan sebagainya sesuka hati.

“Maaf pak, kalau OTP itu rahasia, tidak akan saya berikan,” jawab saya.

Baru selesai menjawab, telepon dari nomor +62816771723 pun terputus.

Tak lama kemudian, masuk pesan singkat dari nomor +62895339036543 yag mengirimkan informasi OTP. Pada pesan singkat itu juga disebutkan untuk jangan berikan pada siapapun OTP Anda, dan pihak Gojek tidak pernah meminta nomor OTP Anda.

Di luar itu, saya penasaran dengan pelaku yang mengaku bernama Iwan ini. Pasalnya, dia bisa mengetahui nama akun Go-Jek saya.

Dengan kata lain, data saya yang berada di Go-Jek bisa bocor, tetapi itu hanya dugaan saja.

Data Personal Konsumen Terbuka untuk Pihak Ketiga yang Bekerja Sama dengan Go-Pay

Dugaan itu ternyata bisa saja benar, pasalnya dalam kebijakan dan privasi Go-Jek pada poin Data Personal disebutkan, konsumen harus memahami ketika menggunakan Go-Pay, termasuk memberikan komentar kepada layanan Go-Jek halaman ulasan, data personal konsumen dapat dikumpulkan.

Data itu juga digunakan atau diungkapkan oleh pihak Go-Pay sehingga konsumen bisa menggunakan layanan sepenuhnya.

Lalu, konsumen yang sudah mendaftar Go-Pay juga sudah menyetujui pihak Go-Pay untuk mengumpulkan, menggunakan, dan mengungkapkan setiap dan seluruh data personal yang bias di akses oleh pihak ketiga seperti, pelaku usaha lewat aplikasi Go-Pay tersebut.

Selain itu, konsumen Go-Pay juga mengizinkan pihak Go-Pay untuk mengungkapkan data personal kepada pihak ketiga yang bekerja sama dengan Go-Pay maupun kepada otoritas terkait berdasarkan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Pihak Go-Pay pun menekankan tidak akan bertanggung jawab atas setiap kerugian akibat penyalahgunaan data oleh pihak ketiga atas informasi personal yang sudah diungkapkan tersebut.

Hal itu membuat potensi risiko penyalahgunaan data konsumen bisa saja terjadi dilakukan oleh pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab.

Dalam pasal kebijakan dan Privasi Go-Pay itu juga sudah disebutkan pihak penyedia layanan pembayaran untuk sistem Go-Jek itu tidak bertanggung jawab akibat penyalahgunaan tersebut.

Kalau dilihat, hal ini mungkin juga berlaku pada penyedia jasa transportasi online lainnya seperti, Grab maupun Uber.

Konsumen perlu mencermati lagi kebijakan privasi ketika mendaftar terutama terkait kerahasiaan data.

Apalagi, Go-Jek mempunyai layanan sistem pembayaran Go-Pay yang menarik untuk disalahgunakan.

 

sumber foto featured image : kompasiana

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.