Ini 6 Pelajaran dari Dorama Myhighschool Businness

Dorama berjudul Saki ni Umareta Dake no Boku atau Myhighscholl Businness menjadi salah satu film serial Jepang yang cukup menarik. Latar cerita tidak menjual ‘cinta-cintaan’, tetapi bercerita kisah seorang kepala sekolah di Keimeikan High School.

Ryosuke Narumi yang diperankan Sakurai Sho menjadi tokoh utama serial 10 episode tersebut. Dia adalah pekerja berbakat dari Kashimatsu Bussan Trading Company.

Setelah berhasil membuat salah satu cabang Kashimatsu Bussan kembali meraup cuan setelah merugi, Narumi tiba-tiba malah dibuang menjadi kepala sekolah Keimeikan High School, yang terafiliasi dengan perusahaan perdagangan tersebut.

Usut punya usut, atasannya bernama Keisuke Kagaya yang diperankan Masanobu Takashima memang tidak terlalu menyukai Narumi. Alasannya, Narumi terlalu berbakat.

Dilemparnya Narumi menjadi kepala sekolah bisa dibilang membuatnya turun jabatan. Belum lagi, sekolah Keimeikan memiliki berbagai masalah dari rata-rata nilai 44 sampai menjadi sekolah para siswa yang gagal masuk sekolah negeri.

Narumi pun tidak menyerah dan menjalankan sekolah itu dengan pengetahuan bisnisnya selama bekerja sebagai pegawai Kashimatsu Bussan.

Nah, dibalik kisah Saki ni Umareta Dake no Boku yang seru, ternyata penulis mencatat ada beberapa hal yang menarik dan beberapa diantaranya sedang menjadi pembahasan hangat di Indonesia dan anak-anak sekolah loh, apa aja sih?

 

1. Student Loan

Ilustrasi student loan membebani siswa. Sumber gambar : Change.org

Pada awal 2018, Presiden Joko Widodo meminta kepada perbankan di Indonesia untuk menyiapkan produk kredit khusus pelajar atau student loan. Tujuannya agar para siswa maupun mahasiswa bisa lebih mudah dalam menuntut ilmu ke level yang lebih tinggi.

Rencana itu pun mendapatkan sentimen negatif karena dinilai bisa membuat perguruan tinggi menaikkan tarif seiring adanya student loan. Belum lagi, beban utang yang bakal diterima para pelajar setelah lulus.

Walaupun, rancangan student loan yang baru berlaku di Indonesia untuk pendidikan strata-2 atau S2, tetapi keberadaan kredit untuk pendidikan tampaknya bukan solusi yang pas.

Hal itu pun terjawab dalam film Saki ni Umareta Dake no Boku.

Pada salah satu scene serial Jepang itu ada yang menampilkan kebimbangan salah satu siswa SMA untuk mengambil student loan demi bisa melanjutkan kuliah.

Dia tengah kebingungan dan frustasi karena ayahnya mengalami sakit parah sehingga tidak dapat bekerja. Hal itu membuat peluang dia bisa kuliah menjadi menipis.

Namun, Narumi sebagai kepala sekolah memberikan pertimbangan terkait student loan, tetapi dia memberikan gambaran pula untuk dampak negatifnya.

“Kamu bisa memilih menggunakan student loan untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, tetapi juga harus ada pertimbangan terkait bagaimana pembayaran utang itu ke depannya,” kira-kira begitulah yang diucapkan Narumi.

Dia menekankan, student loan itu adalah utang yang harus dibayar. Lalu, setelah lulus kuliah bukan berarti bisa langsung mendapatkan kerja dan bisa membayar utang itu semua.

Sampai, dia mencontohkan dirinya yang juga lulus kuliah karena mendapatkan dana dari student loan. Namun, student loan itu ternyata memberatkan diakhir sehingga untuk bisa mempercepat proses pembayaran harus diiringi dengan kerja paruh waktu selama kuliah.

“Agar bisa membayar student loan, kamu harus memilih mata kuliah yang benar-benar penting saja. Setelah itu, waktu luangnya bisa mencari kerja paruh waktu untuk membayar utang,” ujarnya.

Narumi pun membiarkan siswanya itu memutuskan sendiri. Sempat ada kekhawatiran dari wali kelasnya Chihiro Mashiba yang diperankan Yu Aoi atas diskusi siswanya dengan Narumi.

Namun, pembicaraan dengan Narumi membuat siswanya itu mantap untuk berani mengambil keputusan demi masa depannya tersebut.

Nah, secara realita, student loan pastinya bakal memberatkan siswa. Apalagi, kalau perguruan tinggi makin kapitalis.

2. Sistem Belajar Aktif

salah satu adegan serial Saki Ni Umareta Dake No Boku saat menjalani sistem belajar aktif

Salah satu yang menarik dalam serial Saki ni Umareta Dake no Boku adalah penerapan sistem belajar aktif.

Hal itu tampaknya mengingatkan saya sewaktu masih sekolah dasar (SD), saat itu kelas 6 SD ada seorang guru pindahan datang dan mengajar dengan gaya berbeda.

Saya pun dibuat bisa paham dan hapal berbagai hal yang dipelajari saat itu dengan mudah.

Nah, hal itu juga terjadi dalam serial Saki ni Umareta Dake no Boku.

Saat itu, Narumi baru saja memecat guru matematika Yuji Oikawa yang diperankan Houka Kinoshita. Dia pun belum menemukan pengganti Oikawa.

 

BACA JUGA : Coco VS Pokemon, Mana yang Lebih Baik?

Akhirnya, Narumi yang sempat memiliki sertifikat mengajar matematika itu pun memutuskan untuk masuk kelas.

Sebelum masuk kelas, dia terus berusaha untuk bisa mengajar dengan baik hingga menemukan metode belajar aktif. Akhirnya, dia memutuskan menggunakan metode itu dan disaksikan oleh semua guru.

Hasil pertama, dia tidak terlalu berhasil mengajar dengan skema belajar aktif. Namun, ada Tomokazu Shimazu yang diperankan Koji Seto, seorang guru Bahasa Inggris yang pernah belajar di Amerika Serikat (AS) serta paham sistem belajar aktif.

Narumi pun langsung meminta Shimazu untuk menerapkan sistem belajar aktif. Shimazu sempat terkejut karena sebelumnya sistem itu telah ditolak oleh kepala sekolah sebelumnya.

Akhirnya, seluruh kelas 1 dan 2 belajar menggunakan sistem belajar aktif, sedangkan kelas 3 menggunakan sistem belajar yang fokus untuk bisa sukses di ujian akhir.

 

3. Apa Manfaat Belajar Matematika?

Ilustrasi belajar Matematika sumber gambar : kalkulus2-g1a015078

Nah, selaras dengan sistem belajar aktif ternyata telah membuat siswa lebih kritis. Pada kesempatan pertama Narumi mengajar, ada salah satu siswa bertanya, “Kenapa harus belajar matematika kalau nantinya tidak digunakan dalam kehidupan? apakah bapak menggunakan matematika untuk kehidupan?”

Narumi tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Semangat siswa pun sempat meredup karena merasa sia-sia belajar keras cuma untuk mendapatkan nilai bagus ketika ujian.

Namun, seiring berjalannya sistem belajar aktif, Narumi menemukan jawaban tersebut. Akhirnya, dia mengumpulkan siswa untuk memberikan arahan.

“Matematika memang tidak akan digunakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari, tetapi dengan memahami logika matematika, pada kegiatan sehari-hari, kita bisa membuat keputusan yang matang. Kalau, tidak memiliki kemampuan matematika mungkin kita akan kebingungan akan memutuskan apa karena tidak memiliki perhitungan yang pas,” ujar Narumi dalam sambutan kepala sekolah.

Siswanya pun langsung memahami maksud tersebut sehingga tidak ada masalah lagi terkait untuk apa mereka harus belajar dengan keras.

 

4. Ekstrakulikuler, Momen Paling Indah Masa Sekolah

Adegan ketika Narumi menjelaskan kalau latihan tim basket di luar kota membuat sekolah dibebani 600.000 yen untuk 1 tim yang berisi 12 orang

Saya ingat, ketika masih sekolah dulu mengikuti beberapa ekstrakulikuler dari Basket dan Futsal. Rasa-rasanya, mengikuti kegiatan itu memang sangat melelahkan, tetapi membuat perasaan menjadi senang.

Hal itu pun ditampilkan juga dalam serial Saki ni Umareta Dake no Boku. Sekolah Keimeikan yang memiliki nilai rata-rata 44 cukup buruk, lalu kondisi keuangan pun sedang surut serta sulit mencari pinjaman perbankan.

Akhirnya, Narumi berupaya sedemikian rupa untuk bisa mendapatkan pinjaman bank dengan memberikan prospek ke depan dari sekolah Keimeikan.

Namun, hal itu bukan berarti segala persoalan selesai. Dia pun harus memastikan jumlah siswa baru yang masuk pada tahun ajaran baru bisa mencukupi sesuai kebutuhan.

Salah satu caranya adalah meningkatkan kegiatan klub atau ekstrakulikuler. Nah, di sini Narumi mengumpulkan pelatih basket, tennis, panahan, musik, dan sebagainya dari kalangan profesional.

Sayangnya, ada satu adegan, tim basket berencana melakukan pelatihan melawan tim di luar kota sehingga membutuhkan biaya 54.000 yen per siswa. Akhirnya, pelatih yang tanpa berkoordinasi dengan penasehat klub maupun kepala sekolah langsung meminta kebutuhan uang itu kepada orang tua siswa.

Protes dari orang tua siswa pun muncul, Narumi langsung meminta maaf atas kejadian tersebut. Lalu, dia akan membatalkan rencana pelatihan ke luar kota tersebut.

Namun, orang tua merasa hal itu tidak perlu dibatalkan. Alasannya, anak-anak mereka sangat bersemangat sekali untuk mengikuti kegiatan klub tersebut.

Alhasil, orang tua siswa menyetujui kalau biaya yang mereka keluarkan hanya 14.000 yen dan sisanya ditanggung sekolah.

Akhirnnya, Narumi mengumpulkan anak-anak klub basket dan meminta mereka bisa memenangkan pertandingan 60 kali selama pelatihan di luar kota. Hal itu dilakukan demi membayar utang 40.000 yen per orang yang ditanggung sekolah.

Pelatih basketnya pun menyetujui hal itu karena memicu anak buahnya semakin semangat. Siswa klub basket pun semangat dan bakal serius latihan karena kegiatan mereka memakan utang yang besar untuk sekolahnya.

 

5. Pep talk bisa digunakan di sekolah

ilustrasi pep talk. sumber gambar : http://omaille.ie

Saya biasanya menemui pep talk itu ketika bermain football manager. Setiap sebelum melakukan pertandingan, sebagai manajer, kita diminta memberikan pep talk kepada para pemain.

Nah, pada serial Saki ni Umareta Dake no Boku, pep talk ternyata digunakan juga untuk mengajar.

Jadi, adegan ini muncul ketika Narumi mengatakan kepada Mashiba, kalau sang guru ilmu sosialnya itu memiliki kemampuan pep talk.

Hal itu dilihat dari kemampuan Mashiba membuat muridnya bersemangat di dalam kelas.

Penasaran, Mashiba pun langsung mencari tahu lebih lanjut apa itu Pep talk. Dia pun menemukan bukunya dan membaca tentang pep talk.

Lalu, ketika akan diadakan open study atau ketika murid SMP studi banding melihat langsung sistem pengajaran di sekolah Keimenekan.

Tatsuki Gohara yang diperankan Yosi Arakawa sebagai guru Fisika dipanggil oleh Kagaya. Gohara diminta untuk menampilkan Keimenekan yang biasa saja biar rencana Narumi gagal.

Namun, kelompok tua yakni, Gohara, Kotaro Kawarazaki yang diperankan Tetsuhiro Ikeda sebagai guru biologi, dan Fumie Sugiyama diperankan Natsuko Akiyama sebagai guru literatur klasik tidak kompak.

Ketika hari H open study, hanya Gohara yang tampak bodoh karena gaya mengajarnya yang membosankan. Dua temannya, Kotaro dan Fumie mengajar dengan gaya menyenangkan lewat pembelajaran pep talk.

Usut punya usut, Mashiba sempat memancing guru-guru senior dengan memberikan buku pep talk tersebut. Sayangnya, Gohara yang merasa punya kedekatan dengan Kagaya dari Kashimatsu Bussan hanya fokus ingin buat pengajaran yang biasa saja ketika open study.

Lalu, kedua temannya itu pun tidak memberitahu rencana mereka. Akhirnya, Gohara sempat ‘ngambek’ selama beberapa waktu.

 

6. Hukum Karma Berlaku

Nah, di serial Saki ni Umareta Dake no Boku juga ada adegan terkait hukum karma.

Apa itu hukum karmanya? ya silahkan menyaksikan sendiri, nanti dikira spoiler lagi haha.

3 thoughts on “Ini 6 Pelajaran dari Dorama Myhighschool Businness

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.