FILM INDONESIA, Antara Cerita, Pemeran, dan Pasar

Nama Iqbaal Ramadhan seolah sudah hampir bisa menyamai Reza Rahardian yang selalu tampil hampir di seluruh film Indonesia. Khusus Iqbaal, dia menjadi buah bibir warganet setelah memerankan film Dilan dan rencana film Bumi Manusia.

Walaupun, ketika ditunjuk memerankan Dilan, Iqbaal juga dinilai tidak pas dengan sosok tokoh pada novel Pidi Baiq tersebut. Namun, film Dilan tetap laris, dari data Filmindonesia.or.id mencatat film garapan Falcon Pictures itu mampu meraup penonton sebanyak 6,31 juta orang.

Nah, teranyar, Iqbaal yang ditunjuk sebagai Minke dalam film Bumi Manusia pun menjadi polemik, terutama bagi para penggemar novel karya Pramoedya Ananta Toer tersebut. Sosok Iqbaal dinilai tidak masuk ke dalam imajinasi mayoritas penggemar Bumi Manusia.

Namun, keputusan pihak penggarap film menjadikan Iqbaal sebagai Minke pada film Bumi Manusia itu mungkin bisa dimaklumi. Mungkin, tren saat ini Iqbaal menjadi sosok pendorong jumlah penonton dari segmen anak sekolahan sampai kuliah.

Sayangnya, segmen pekerja milenial mungkin kurang tertarik dengan godaan pesona Iqbaal. Namun, apakah generasi pekerja milenial itu bakal melewatkan film Bumi Manusia yang diperankan Iqbaal? mungkin saja mereka tetap menonton dengan alasan ‘penasaran’.

Seperti disebutkan di awal, kondisi Iqbaal itu hampir menyamai Reza Rahadian yang hampir menjadi tokoh utama semua film di Indonesia. Pasalnya, sosok Reza bisa menjadi penarik penonton di luar dari skema cerita yang ditawarkan.

Namun, imbasnya, ada pula penonton yang bosan dengan film Indonesia karena pemerannya dia lagi dia lagi.

Laura Basuki dan Susi Susanti

Di luar fenomena Iqbaal, sebenarnya ada film lainnya yang tengah digarap dan penunjukkan peran tokoh utamanya tidak bakal menuai protes. Film itu adalah Love All, kisah biografi Susi Susanti, legenda tunggal putri Indonesia.

Laura Basuki bakal menjadi tokoh utamanya  sebagai Susi Susanti, sedangkan Dion Wiyoko akan menjadi Alan Budi Kusuma, suami Susi yang juga legenda tunggal putra Indonesia.

BACA JUGA : Ini 6 Pelajaran dari Dorama Myhighschool Businness

Lalu, kalau Laura Basuki jadi Susi Susanti apakah menuai pro dan kontra atau ada yang sangat tidak suka?

Kemungkinan 99,99% warganet maupun pecinta bulutangkis setuju dan sangat antusias menanti aksi Laura Basuki menepok bulu angsa seperti Susi.

Alasannya, ya secara subjektif sekali Laura sangat cocok sekali berperan menjadi Susi. Memang itu bukan alasan sih hehe.

Apalagi, demi mendalami perannya, kabar dari instastory Laura dan Dion sudah ada aktivitas mulai bermain bulutangkis. Bagi warganet penggemar bulutangkis pasti enggak sabar kan buat lihat aksi Laura Basuki menjadi Susi Susanti.

Jadi, tanpa ba…bi…bu, semua langsung setuju Laura menjadi Susi, tidak seperti polemik Iqbaal menjadi Minke.

Walaupun, Iqbaal menuai pro dan kontra, tetapi film Bumi Manusia bisa saja lebih melejit ketimbang film Love All. Alasannya, kelompok umur yang rajin nonton ke bioskop itu anak sekolah dan mahasiswa loh, di mana mereka mungkin saja tidak kenal Susi Susanti. Meskipun, sang legenda sekarang menjabat Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI.

Kalau Iqbaal? bagi kelompok anak sekolahan dan mahasiswa pasti semua tahu. Ditambah, latar cerita Bumi Manusia yang disebut novel legendaris.

Jadi, lebih baik nonton yang mana? ya dua-duanya saja, kan waktu tayangnya juga enggak akan sama. Lagipula, film Indonesia enggak kalah kok sama film asing [untuk beberapa film ya, tidak semua], walaupun kalau melihat rumput tetangga kayaknya film asing yang paling jelek pun bisa dinilai bagus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.