Jalan Panjang Liliyana, Legenda Butet dari Manado

Liliyana Natsir, pemain bulutangkis ganda campuran Indonesia, sudah mengutarakan rencana gantung raket pada akhir tahun ini setelah menjuarai Indonesia Open 2018.

Lewat akun instagramnya, Butet, sapaan akrab Liliyana, mengunggah foto bersama Tontowi Ahmad dengan keterangan Indonesia Open 2018 kemungkinan yang terakhir untuknya. Keterangan di media sosial itu memperkuat isu Liliyana yang berencana pensiun pada tahun ini. 

Awalnya, Liliyana menargetkan bisa mendapatkan emas di Asian Games 2018. Pasalnya, Butet belum pernah menyicipi emas dari kejuaraan multievent terbesar Asia tersebut. 

Secara individu, Butet memang sudah menyicipi hampir semua gelar dunia kecuali, Asian Games.

Bersama Nova Widianto, Liliyana meraih gelar juara dunia sebanyak 2 kali, emas sea games 2 kali, dan kejuaraan Asia 1 kali. 

Lalu, Butet juga meraih beberapa gelar di ganda putri individu bersama Vita Marissa seperti, Sea Games 2007. 

Gelar Butet makin lengkap ketika bermitra dengan Owi, sapaan akrab Tontowi. Dia mampu melengkapi gelar All England sampai Emas Olimpiade. 

Adapun, ada satu gelar besar lagi yang belum pernah didapatkan Butet yakni, juara di SUperseries Final. Gelar itu masih bisa diraih Liliyana pada akhir tahun ini.

Secara tim, Butet baru merasakan 1 perak Piala Sudirman 2007, 3 perunggu Piala Sudirman 2009,2011, dan 2015.

Dari Uber Cup, Liliyana telah merasakan perak Uber Cup 2008 dan Perunggu Uber Cup 2010. 

Meskipun begitu, Butet tetap seorang legenda. Perjalanan karirnya yang dimulai sejak 2001 telah menghadapi berbagai saingan beda generasi dari era Gao Ling sampai yang terkini Huang Yaqiong.

1 thought on “Jalan Panjang Liliyana, Legenda Butet dari Manado

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.