Jalan Panjang Liliyana, Legenda Butet dari Manado

Karir Awal Butet, Dari Natalia Hingga Kido

Data Badminton World Federation (BWF) menunjukkan penampilan perdana Butet di turnamen resmi federasi adalah Indonesia Open 2001.

Kala itu, Butet bermain di sektor ganda putri berpasangan dengan Natalia Christine Poluakan. Sayangnya, Butet/Natalia harus kandas dari pemain Indonesia lainnya yakni, Emma Ermawati/Eny Widiowati.


Pada 2002, Butet mulai bermain rangkap di ganda putri dan ganda campuran. Bersama Natalia, Butet mengawali tahun dengan bertanding di Singapura Open.

Sayang, Butet/Natalia harus kandas di babak awal oleh pasangan Taiwan saat itu Huang Yi Fan/Yang Chia Chen 11-15, 13-15. 


Pada turnamen yang sama, Butet juga bertanding di ganda campuran bersama Rian Sukmawan. 


Saat itu, Butet/Rian menang di babak awal setelah pasangan Malaysia Mohd Fairuzizuan/Phui Leng retired. Pasangan Indonesia itu mampu melanjutkan tren positif setelah menang menyakinkan melawan ganda Brunei Ermadena Hj Talip/Fauziah MOhd Salleh 15-1, 15-6. 

Namun, pada babak selanjutnya, Butet/Rian gagal mengalahkan pasangan Malaysia lainnya yakni, Teik Chai Gan/Pei Tty Wong 1-15, 6-15. 


Petualangan Butet bersama Natalia dan Rian pun harus berakhir lebih cepat. Pada Indonesia Open 2002, Butet berpasangan dengan Sukma Wijaya Devi pada ganda putri dan Markis Kido pada ganda campuran.


Sayangnya, Butet/Devi langsung kandas di babak awal Indonesia Open 2002 oleh pasangan Jepang Chikako Nakayama/Keiko Yoshitomi lewat pertandingan rubber set 6-11, 11-2, 4-11. 


Lalu, pada ganda campuran, Liliyana/Kido mampu melewati babak kualifikasi. Namun, mereka langsung kalah di babak awal oleh pemain Indonesia lainnya Vita Marissa/Nova Widianto 9-11, 5-11.

Menuju 2003, Butet lagi-lagi gonta-ganti pasangan. Kali ini, Liliyana berpasangan dengan Eny Erlangga di sektor ganda putri.

View this post on Instagram

Thanks USANA🙏

A post shared by markis_kido11 (@markis_kido11) on


Pada All England 2003, pasangan ini langsung memberikan kejutan setelah mengalahkan pasangan Denmark Pernille Harder/Mette Schjoldager dua set langsung 11-3, 11-8.


Sayangnya, Butet/Eny tidak bisa melaju lebih jauh setelah dikandaskan pasangan Polandia Kamila Augustyn/Nadiezda Zieba tiga set langsung 11-5,3-11,1-11. 

Kejuaraan Dunia Pertama Butet


Butet sempat reuni kembali dengan Devi pada kejuaraan dunia 2003. Namun, langkah Butet/Devi terhenti di 32 besar setelah kalah dari pasangan gado-gado China-Australia Gao Ling/Huang Sui 3-15,1-15.  

Butet dan Devi kembali pecah kongsi setelah kejuaraan dunia. Liliyana kembali berpasangan dengan Eny, tetapi mereka belum mampu mencuri gelar dari beberapa turnamen hingga penghujung 2003. 


Pada tahun keempat karirnya, Liliyana kembali berganti pasangan. Kali ini, Butet berpasangan dengan Rintan Apriliana. 


Sayang seribu sayang, pasangan baru ini masih belum menemui tajinya. Pada gelaran Thailand Open 2004, mereka langsung kalah dari pasangan Thailand Saralee Thoungthongkam/Kunchala Vorachitchaikul 10-15, 12-15. 

Gagal di Thailand Open, Liliyana/Rintan mencoba peruntungan di Swiss Open dan All England, tetapi mereka belum mendapatkan hasil yang memuaskan.


Di tahun yang sama, Butet kembali berpasangan dengan Eny dan bermain di Korea Open 2004. Lagi-lagi Butet harus tersingkir di babak awal dari pasangan gado-gado Kanada-Jerman Nicole Grether/Juliane Schenk 11-15, 10-15. 


Butet/Eny belum menyerah, mereka kembali mengikuti Jepang Open dan Kejuaraan Asia 2004. Mereka pun masih belum mendapatkan gelar. 


Pada gelaran Malaysia Open 2004, Butet kembali ganti pasangan. Kali ini, dia berpasangan dengan pemain muda Greysia Polii.


Pada pertandingan pertama, Butet/Greysia mampu kalahkan ganda Inggris Gails Emms/Donna Kellog 15-5, 15-8. Mereka juga membantai ganda Jepang Chikako Nakayama/Keiko Yoshitomi 15-3, 15-12.


Namun, Butet/Greysia tidak bisa berlanjut ke babak selanjutnya setelah dikalahkan pasangan Korea Selatan Hwang Yu Mi/Lee Hyo Jung setelah kalah 9-15, 9-15. 


Setelah Malaysia Open, nama Butet sempat terdaftar berpasangan dengan Natalia, pasangan pertamanya, di Denmark Open 2004. Namun, mereka kalah tanpa bertanding atau walkover.

1 thought on “Jalan Panjang Liliyana, Legenda Butet dari Manado

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.