Jalan Panjang Liliyana, Legenda Butet dari Manado

Berpartner dengan Nova Widianto, Awal Masa Keemasan Butet

Nah, setelah gonta-ganti pasangan beberapa kali dan belum menemui tuahnya, Liliyana dipasangkan dengan pemain yang lebih senior yakni, Nova Widianto.

Liliyana/Nova yang bermain di ganda campuran langsung menggebrak Negeri Panda di China Open 2004.


Pada pertandingan pertama, Butet/Nova mengalahkan Chan Lo Chong/Long Ying 15-7, 15-2. Setelah itu, pasangan ini juga mengandaskan ganda Denmark Thomas Laybourn/Kamila Rytter Juhl lewat rubber set 15-10, 10-15, 15-8. 


Lalu, pasangan Indonesia itu juga membuat pendukung tuan rumah gigit jari setelah mengalahkan pasangan China Gao Ling/Zhang Jun 17-14, 4-15, 15-6. Langkah Butet/Nova terhenti di China setelah dijegal ganda Denmark Jens Eriksen/Mette Schjoldager dalam pertandingan sengit 15-5, 14-17, 10-15. 


Liliyana/Nova mencatatkan hasil positif pada turnamen kedua yang diikutinya yakni, Singapura Open. Ganda yang disegani dunia itu mampu meraih gelar pertamanya, khusus Liliyana, itu adalah gelar pertamanya pada turnamen resmi BWF kelas senior. 


Butet/Nova membantai lawan-lawannya di Singapura Open lewat 2 set langsung. 


Ganda Malaysia Kien Keat Koo menjadi korban pertama setelah dihabisi 15-1, 15-4. Selanjutnya, mereka kembali mengalahkan ganda Denmark Laybourn/Kamila 15-3, 15-10. 


Setelah itu, ganda Inggris Gail Emms/Nathan Robertson dikalahkan 15-4, 15-3. Pasangan Thailand Sudket Prapakamol/Saralee ThounThongkam menjadi korban selanjutnya setelah dikalahkan 15-8, 15-4. 


Terakhir, Liliyana/Nova mengandaskan perjuangan pasangan Korea Selatan Kim Yong Hyun/Lee Hyo Jung 15-11, 15-3. 

Periode Rally Point


Kesuksesan di Singapura ternyata tidak berlanjut ketika mereka bertanding di Indonesia Open 2004. Gao Ling/Zhang Jun pun membalas kekalahan mereka di China Open dengan mengalahkan Butet/Nova di Istora Senayan 15-7, 9-15, 15-17.


Meskipun begitu, Liliyana/Nova makin solid. Pada 2005, mereka mampu menggondol gelar juara dunia dan Indonesia Open.


Pada final kejuaraan dunia 2005, Butet/Nova bertemu dengan pasangan China Xie Zhongbo/Zhang Yawen. Pasangan Indonesia itu mampu menghabisi pasangan China lewat rubber set 13-15, 15-8, 15-2.

Memasuki 2006, BWF menerapkan perhitungan skor baru dari 15×3 menjadi 21×3 dengan skema rally point.


Perubahan itu tidak membuat Liliyana/Nova melempem. Malah, pasangan Indonesia itu semakin trengginas dengan menggondol 3 gelar yakni, Singapura Open, Taiwan Open, dan Korea Open. 


Sayangnya, Butet/Nova gagal mempertahankan gelar juara dunia setelah dikalahkan pasangan Malaysia Kien Keat Koo/Pei Tty Wong 15-21, 21-18, 20-22 di babak 16 besar.

1 thought on “Jalan Panjang Liliyana, Legenda Butet dari Manado

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.