Jalan Panjang Liliyana, Legenda Butet dari Manado

Bersama Vita Marissa, Butet Raih Gelar Ganda Putri Pertama

Perjalanan karir Liliyana pada 2007 semakin menanjak setelah meraih 5 gelar juara dari dua sektor yang berbeda. Butet meraih 4 gelar di ganda campuran bersama Nova dan 1 gelar di ganda putri bersama Vita Marissa.


Bersama Nova, Liliyana kembali merebut gelar juara dunia 2007 setelah mengandaskan pasangan China Zheng Bo/Gao Ling 21-16, 21-14 di babak final. Tiga gelar lainnya diraih Butet/Nova di Filiphina Open, China Open, dan Hong Kong Open. 


Liliyana yang kembali bermain rangkap pada 2006 pun menemui tajinya. Berpasangan dengan Vita, Butet menggondol satu gelar yakni, China Master 2007. 


Liliyana/Vita menjadi juara setelah mengalahkan Zhao Tingting/Yang Wei dalam tiga set 12-21, 21-15, 21-16. 


Bersama Vita, Liliyana juga meraih emas Sea Games yang diadakan di Thailand. 


Berlanjut ke 2008, Liliyana hanya mampu menggondol 2 gelar. Secara rinci, dia meraih 1 gelar pada dua sektor yang dimainkannya yakni, ganda campuran dan ganda putri. 


Di sektor ganda campuran, Liliyana/Nova menjadi juara setelah mengalahkan pasangan Inggris Anthony Clark/Donna Kellogg dalam rubber set 17-21, 21-14, 21-9.

Lalu, pada ganda putri, Liliyana/Vita menang setelah mengalahkan pasangan Jepang Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna 21-15, 21-14.


Sayangnya, BUtet belum mampu meraih emas di Olimpiade 2008 yang diselanggaran China. Sebenarnya, Butet/Nova tinggal selangkah lagi menggondol emas, tetapi mereka mendapatkan hadangan dari pasangan Korea Selatan  Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung. 


Butet/Nova dikalahkan Lee Yong Dae/ Lee Hyo Jung 11-21,17-21. Dengan begitu, pasnagan Indonesia itu hanya mendapatkan perak. 


Bersama Vita, BUtet hanya mampu sampai babak 16 besar Olimpiade setelah dikalahkan pasangan tuan rumah Yang Wei/Zhang Jiewen 19-21, 15-21. 


Sementara itu, Turnamen Superseries Final mulai diadakan pertama kalinya pada 2008. Sebelumnya, turnamen itu direncanakan mulai berjalan 2007, tetapi mengalami penundaan dalam pelaksanaannya. 


Pada gelaran pertama, Liliyana yang tampil rangkap di turnamen itu gagal meraih hasil maksimal. Liliyana/Nova harus dikalahkan pasangan Denmark Laybourn/Kamila  19-21, 21-18, 20-22 di babak gugur.


Bersama Vita, Butet juga kandas di babak gugur setelah kalah dari pasangan Malaysia Eei Hui Chin/Pei Tty Wong 15-21, 20-22.

1 thought on “Jalan Panjang Liliyana, Legenda Butet dari Manado

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.