Jalan Panjang Liliyana, Legenda Butet dari Manado

Ganti Pasangan, Liliyana Disandingkan dengan Pemain Muda

Pada 2009, Liliyana sudah tidak bermain rangkap lagi di ganda putri. Butet fokus bermain di ganda campuran bersama Nova. 


Sepanjang tahun itu, Butet meraih dua gelar yakni Malaysia Open dan Prancis Open. 


Butet/Nova meraih gelar di Malaysia setelah mengalahkan salah satu pesaing terberatnya Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung 21-14,21-19. 

Lalu, Liliyana/Nova berhasil menjadi juara Prancis Open 2009 setelah mengalahkan sesama pemain Indonesia yakni, Hendra A.G/Vita Marissa 21-7, 21-7.


Pada 2009, Butet/Nova gagal meraih gelar juara dunia setelah kalah di final oleh pasangan Denmark Laybourn/Kamilla 13-21, 17-21. 

View this post on Instagram

Kalo mau ditulis semuanya mmg mungkin ngk bkalan cukup yaa.. 😥 😆 Ini cuman beberapa dari sekian banyak prestasi dari Liliyana Natsir yg menurut saya pencapaiannya sungguh luarbiasa sampai berada dititik ini. 2x juara dunia thn 2005, 2007 bersama Nova Widianto, dan pencapaian yg tertinggi dengan sang senior Nova saat itu, pada Olimpiade Beijing 2008 saat itu mereka berhasil membawa pulang medali perak untuk Indonesia..🖒 Next tahun 2013, 2017 kembali mendapatkan gelar juara dunianya dengan partner yg lebih junior Tontowi Ahmad. Dan tahun 2012,2013,2014 berturut turut mendapat gelar juara All England. All England merupakan slah satu kejuaraan bulutangkis tertua yg diadakan sejak thn 1899 kambali bersama sang partner Owi sapaan akrab Tontowi ahmad. Dan,,, dari sekian banyak prestasi2 yg luarbiasa dari ci butet seperti yg ditulis diatas,, ada sebuah prestasi yg telah mengukir sejarah nama seorang LILIYANA NATSIR…. yaitu ketika perempuan berdarah Manado ini berhasil meraih MEDALI EMAS di OLIMPIADE RIO DE JAINERO BRAZIL 2016 bersama Tontowi Ahmad. Kami bangga, kami bersyukur ketika bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat itu dapat berkibar dan berkumandang dengan tinggi dan indah di Brazil…!!🖒🖒 Dan sampai kapapun nama dan semua prestasi2 nya tidak akan pernah dilupakan oleh Indonesia bahkan oleh Dunia..!!👏👏👍👍 Liliyana Natsir @natsirliliyana "Queen of Mix Double" ❤❤❤ #liliyananatsir #butet #manado #sulut #queenofmixdouble #indonesiabangga #atletbulutangkis #pahlawanolahraga #legenda #olimpiadebeijing #olimpiaderio #badminton #owibutet #novabutet #badmintonindonesia #badmintonlovers #badmintonina

A post shared by resita (@vainyresitaa) on


Nah, tanda-tanda Liliyana/Nova mulai bakal pecah kongsi mulai terlihat. Butet sempat dipasangkan dengan Muhammad Rijal pada Taiwan Grand Prix Gold 2009. 


Pada turnamen itu, Butet/Rijal dikalahkan pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying 19-21, 19-21.


Butet juga sempat disandingkan dengan Devin Lahardi Fitriawan di China Super Series 2009. Dengan pasangan barunya itu, Butet harus mengakui keunggulan Zhang Nan/Zhao Yunlei 14-21, 21-14, 14-21.

Meskipun mulai bergonta-ganti pasangan pada 2009, Liliyana kembali berpasangan dengan Nova pada Januari 2010. 


Butet/Nova memulai 2010 dengan bertanding di turnamen Malaysia Open. Mereka langsung kalah di babak awal dari pasangan Korea Selatan Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun 15-21,17-21. 


Walaupun hasil awal tahun itu kurang baik. BUtet/Nova sempat hampir meraih gelar All England pertamanya pada periode tersebut. 


Sayangnya, di partai puncak, Liliyana/Nova harus mengakui keunggulan pasangan China Zhang/Zhao lewat pertandingan sengit 18-21, 25-23, 18-21. 


Pada gelaran Kejuaraan Asia 2010, Liliyana kembali dipasangkan dengan Devin. Sayangnya, mereka dikandaskan lagi oleh pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. 


Lepas dari kejuaraan Asia, Butet kembali lagi berpasangan dengan Nova di Singapura Open. Sayangnya, mereka gagal meraih gelar di Negeri Singa setelah kalah di final dari pasangan Denmark Laybourn/Kamilla 15-21, 15-21. 


Setelah itu, mereka masih sempat bermain di Indonesia Open 2010. Namun, mereka gagal menjadi kampiun di Istora Senayan setelah kalah dari pasangan Polandia 12-21, 21-16, 19-21. 


Kekalahan di Indonesia Open itu juga menjadi akhir dari salah satu pasangan ganda campuran terbaik dunia. Setelah turnamen itu, Liliyana disandingkan dengan Tontowi Ahmad hingga jelang akhir karirnya saat ini.

1 thought on “Jalan Panjang Liliyana, Legenda Butet dari Manado

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.