Tenang, Tilang Elektronik Enggak ‘Nyetrum’

Pada 1 Oktober 2018, uji coba tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement akan mulai dilakukan sepanjang Jalan Jend. Sudirman dan M.H Thamrin. 

Ada seorang rekan mengungkapkan keresahannya, teknologi tilang itu dianggap bisa membuat pengendara yang melanggar kena denda maksimal seperti, senilai Rp500.000. 

“Kalau, gara-gara tilang elektronik gue kena tilang Rp500.000, mending gue damai aja deh Rp50.000,” ujarnya. 

Dia sama sekali tidak menilai positif keberadaan tilang yang dipantau dengan menggunakan CCTV tersebut. Walaupun, tilang elektronik bisa dibilang lebih efisien ketimbang manual. 

Lagipula, selama tidak melanggar, pengendara juga tidak bakal kena tilang kok.

Kecuali, setiap hari suka curi-curi lawan arus, enggak pake sabuk pengaman, melewati garis zebracross, sampai menerobos lampu lalulintas. 

Kalau itu kebiasaannya, bakalan tekor karena kena tilang terus sih. Soalnya, sistem tilang elektornik ini menggunakan CCTV yang bakal memotret setiap pelanggaran. 

Nah, pada tahap uji coba ini, tilang elektronik hanya akan memberikan surat peringatan kepada para pelanggarnya loh. Cuma, bukan berarti kalian bebas melanggar peraturan lalu lintas. 

Di luar itu, kalian juga jangan takut kalau teknologi tilang ini bisa nyetrum kalau lagi kena hujan. Memang sih, barang elektronik itu berisiko nyetrum kalau kena hujan. 

Walaupun begitu, kamu enggak usah khawatir terkait teknologi tilang yang menggunakan peralatan elektronik. Kalau hujan tidak akan memberikan setruman kepada kalian yang melanggar kok.

Cuma, kalian juga harus patuh berlalulintas ya, jangan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kalau masih bebel juga, nanti CCTVnya bisa ngeluarin setruman loh.

Meskipun begitu, CCTV tilang elektronik mungkin masih lebih manusiawi ketimbang manusia. 

Kehadiran tilang elektronik ini mengingatkan saya terkait cerita uang elektronik. 

Uang Elektronik vs Tilang Elektronik

Saya pun pernah berguyon kalau uang elektronik bisa nyetrum. Akhirnya, membuat cerita tentang kisah perjalanan seseorang yang ingin naik Transjakarta di tengah hujan. 

Dia resah baru isi ulang saldo Rp100.000, tetapi hujan melanda sehingga tidak berani naik TransJakarta. 

Keberaniannya kian diuji ketika gebetannya pun pulang lebih dulu dengan naik Transjakarta. Dia resah takut gebetannya kena setrum uang elektronik karena menggunakannya di kala hujan. 

Akhirnya, dia berpikir masih banyak perempuan lain di dunia ini. Dia pun membiarkan gebetannya itu naik TransJakarta dengan uang elektronik ketika hujan. 

Untung, sang gebetan enggak kesetrum karena emang enggak mungkin kesetrum sih. 

Jadi, kalau kamu masih takut dengan adanya tilang elektronik? yang penting pake sepatu karet saja biar enggak menjalar setrumnya. 

1 thought on “Tenang, Tilang Elektronik Enggak ‘Nyetrum’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.