All England, Peluang Tunggal Putra Indonesia

All England 2019 akan dimulai awal Maret 2019. Jadwal pertandingan pun sudah dirilis. Bagaimana peluang pemain tunggal putra Indonesia bisa meraih final?

Indonesia memiliki tiga wakil pada sektor tunggal putra. Ketiga pemain itu antara lain, Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan Tommy Sugiarto.

Jojo, sapaan akrab Jonatan, akan menghadapi wakil Korea Selatan Lee Dong Keun.

Secara peringkat, Jojo jauh lebih unggul ketimbang Dong Keun. Kini, Jojo berada diperingkat 9 dunia, sedangkan Dong Keun peringkat ke-22.

Namun, secara head to head, Jojo kalah 1-2 dari wakil Korea Selatan tersebut. Pertandingan antar kedua pemain pun selalu ketat.

Pada pertemuan pertama, Jojo berhasil menang tiga set melawan Dong keun 23-21, 16-21,21-13. Namun, dua pertandingan lainnya, pemain Indonesia itu bertekuk lutut kepada Dong Keun.

Teranyar, turnamen Singapura Open 2017, Jojo kalah dua set langsung 18-21,16-21.

Sudah hampir setahun lebih kedua pemain ini tidak bertemu. Jojo pun mengalami perkembangan signifikan sehingga dari sisi peringkat bisa beranjak naik ke-10 besar dunia.

Meskipun begitu, kekalahan Jojo dari Anders Antonsen pada Indonesia Master 2019 membuat peluangnya kalah juga besar. Permainan Jojo bisa dibilang belum konsisten.

All England dan Hadangan Kidambi serta Momota

Jika Jojo berhasil mengalahkan Dong keun, pada babak selanjutnya bertemu dengan tunggal India Srinkath Kidambi.

Dari segi peringkat, Kidambi lebih unggul dengan berada di posisi ke-8 dunia, tetapi secara head to head Jojo unggul 3-2.

Paling terkini, Jojo mengalahkan Kidambi pada Indonesia Master 2019 dalam 2 set langsung 21-18,21-19. Kemenangan itu adalah yang kedua berturut-turut Jojo atas Kidambi.

Pada Februari 2018, Jojo juga mengandaskan perjuangan Kidambi dua set langsung 21-17, 21-17.

Namun, pada Sudirman Cup 2017 dan Malaysia Master 2016, Jojo harus mengakui keunggulan Kidambi. Tunggal Indonesia itu kalah dua set berturut-turut 15-21, 16-21 dan 16-21, 15-21.

Lalu, pertemuan pertama Jojo dengan Kidambi dimenangkan wakil Indonesia lewat dua set langsung 21-16, 23-21.

Jika berhasil menghadang Kidambi, Jojo harus berhadapan dengan lawan kuat lainnya yakni, peringkat 1 dunia Kento Momota pada perempat final.

All England Jojo vs Momota

Nah, Jojo belum pernah menang dari Momota sejak pertama kali bertemu di All England 2016. Total, Jojo kalah 0-2 dari Momota.

Namun, pertandingan kedua pemain ini selalu berujung hingga rubber set. Apakah Jojo mampu pecahkan telur jika menghadapi tunggal Jepang tersebut?

Peluang Ginting dan Tommy

Jika Jojo kandas di tangan Momota, Indonesia masih memiliki dua wakil lagi yakni, Ginting dan Tommy. Bagaimana peluang kedua pemain tersebut?

Pada babak awal, Tommy harus berhadapan dengan wakil tuan rumah Rajiv Ouseph. Anak dari legenda Indonesia Icuk Sugiarto itu bisa dibilang unggul dari sisi peringkat maupun head to head.

Saat ini, Tommy berada pada peringkat 10 dunia, sedangkan Rajiv peringkat ke-34 dunia. Secara head to head, Tommy unggul jauh 6-1 atas pemain Inggris tersebut.

BACA JUGA : Lee Chong Wei Batal Come Back di All England

Tommy hanya sekali kalah atas Rajiv pada Olimpiade 2016. Wakil Indonesia itu kalah dalam rubber set 13-21, 21-14, 16-21.

Setelah melewati Rajiv, Tommy kemungkinan besr bakal berhadapan dengan Chou Tien Chen. Di atas kertas, wakil Taiwan itu lebih unggul dari Tommy.

Kini, Chou menempati peringkat ke-5 dunia. Secara head to head, dia juga unggul 5-4 atas Tommy.

Pada pertemuan terakhir di Korea Open 2018, Tommy pun kalah dua set langsung 13-21, 16-21.

Andaikan, Tommy menang dan melaju ke perempat final, dia bisa berhadapan dengan Ginting.

Menakar Peluang Ginting Menuju Perempat Final

Nah, bagaimana peluang Ginting untuk bisa bertemu Tommy?

Ginting bakal berhadapan dengan wakil Hong Kong Ng Ka Long Angus pada babak awal All England.

Saat ini, Ginting adalah tunggal putra Indonesia dengan peringkat tertinggi yakni, ke-7 dunia. Dari segi peringkat, Ginting lebih unggul dari Ng Ka Long yang berada di posisi 14 dunia.

Namun, Ginting kalah dari Ng Ka Long secara head to head 3-4.

Pada pertemuan terakhir, wakil Indonesia itu berhasil menang dua set langsung 21-14, 21-15 pada Jepang Open 2018.

Jika menang, Ginting sudah ditunggu salah satu dari wakil India antara Sai Praneeth atau Prannoy.

Peringkat kedua pemain India itu berada di bawah Ginting. Sai Praneeth berada di peringkat ke-28 dunia, sedangkan Prannoy peringkat ke-19 dunia.

Secara head to head, Ginting kalah 1-2 dari Praneeth. Namun, pertandingan terakhir yang dilakoni adalah Badminton Asia Team Championship pada awal Februari 2018.

All england

Lalu, head to head antara Ginting dengan Prannoy 1-1. Terakhir mereka bertemu pada Jepang Open 2018, Ginting mampu menang dua set langsung 21-14, 21-17.

Nah, jika melewati hadangan pemain India itu, Ginting berpotensi ketemu Tommy di babak perempat final.

Pada babak semifinal, Ginting atau Tommy bisa berhadapan dengan Jojo atau Momota.

Secara kualitas dan di atas kertas, Jojo akan kalah dari Momota di babak perempat final. Pemain Jepang itu pun berpeluang besar ke final jika berhadapan dengan Tommy atau Ginting.

Lawan Momota di Babak Final

Lalu, siapa yang bakal berhadapan dengan Momota di babak final?

All England

Ada empat nama pemain besar yang berpeluang menghadapi Momota di babak final yakni, Shi Yuqi sebagai juara bertahan, Viktor Axelsen, Chen Long, dan Lin Dan.

China pun tampaknya sulit untuk menciptakn all China Final di All England kali ini. Kecuali, Huang Yuxiang pemain peringkat ke-23 dunia itu mampu bikin kejutan dengan mengalahkan Chou Tien, Tommy, Ginting, sampai Momota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.